Kala badai menghempas
Coba lepas sukma dari raga
Bilik mana sudi menampung
Kala titah raja membahana
Mengutuk memancung tiap laku
Masih bulan belum ranum
Angin pun cuma sepoi
Takdir Tuhan telah tertulis
Terberkatilah gerimis gulita malam
Membasuh perih larutkan duka
Terpujilah halimun subuh buta
Membelai pedih sejukkan sukma
Saat bulan telah purnama
Taifun sudah sang Jiwa
Guntur menemani tiap langkah
Badaipun telah jadi kawan
Ombak samudera kuterapung
Sapa tanjung teluk pantai
Senyap sendiri
Merdeka bahagia
Blogger Comment
Facebook Comment