Hanyalah serpihan
Drama hidup yang terpenggal
Sebab memori yang belum utuh
Saat benak beranjak rapih
Selat makassar menjadi pemisah
Indraku tuk mengenalmu lebih baik
Kesan kasih sayangmu
Teramat dalam
Meski kasat mata tak tampak
Yang bisa kubaktikan sejauh umurku hanyalah
Perih payudara akibat sapihan
Ego dan tak acuh akan keberadaanmu
Adalah gambaran diriku kini
Pun begitu,
Kumohonkan ampunmu
Atas ketakkuasaanku terhadap takdir
Terima kasihku
Untuk cinta sucimu
Yang tak tega memberi nama aku
Malin kundang
Tuhan
Berilah aku kesempatan
Meski hanya satu kali
Blogger Comment
Facebook Comment