Pahlawanku si Anjal

bermandi terik matahari dan peluh
diiringi musik klakson dan knalpot yang pekak
kadangkala caci maki dan umpat atasmu tersembur

nafasmu adalah sisa pembakaran yang tak sempurna
parumu penuh karbonmonoksida yang menutup seluruh porinya
meracun tubuh hingga otak dan seluruh selmu yang sedang membelah diri

tak kusangka rambutmu secepat itu memudar warnanya
kukira karena kau semir
ternyata disemir matahari
tak kusangka wajahmu itu terlalu cepat berpupur
ternyata debu yang menempel, tebal menambal.

beban yang kau pikul 
oleh tubuh rapuh dekilmu
terlampau berat

tulang belulang itu masih tumbuh perlahan
dengan nutrisi racun di perempatan jalan
untung saja ...
segelintir protein, karbohidrat, lemak, mineral dan vitamin
masih bersusah payah menata sel-selmu

segelintir yang diperoleh dengan berjualan koran di simpang jalan
dengan memulung sampah
dengan mengemis
dengan peluh bercampur debu
dengan menjual air mata
yang tak bisa lagi menetes
karena hati itu sudah tak cair lagi, tapi beku seperti karang

aku tahu kamu bersandiwara saja saat menangis tersedu
aku tahu kamu berlagak memelas saja minta dikasihani mengharu biru

karena..
aku pernah melihatmu menegakkan punggung menatap gagah menantang nasib
karena..
aku melihatmu menyisihkan tangis dan memandang garang matahari
ketika siapapun tak ada disisimu melihat semua itu

kutahu kamu kuat, ku tahu kamu sungguh kuat
Jiwamu tak semungil tubuh kecilmu
kamu terlalu cepat dewasa, pahlawanku ...

kutahu ..
SHARE

Macz

Hi. I’m Macz. I’m an ordinary citizen of Makassar city. Write here write there

  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
    Blogger Comment
    Facebook Comment