| Rating: | ★★★★ |
| Category: | Books |
| Genre: | Literature & Fiction |
| Author: | Ian Caldwell & Dustin Thomason |
Novel ini terfokus pada sebuah buku kuno yang sudah berusia ratusan tahun yang memang benar2 ada. Judul buku itu adalah "Hypnerotomachia Poliphili", yang diterbitkan pada sekitar tahun 1499. Pengarangnya tidak mencantumkan nama. Tapi dugaan kuat mengarah kepada seorang bernama Francesco Colonna. Itupun masih diliputi tanda tanya, ada yang mengatakan Fransesco Colonna adalah seorang biarawan, ada juga yang mengatakan Fransesco Colonna adalah seorang bangsawan terkemuka Italia.
Buku tersebut terkenal sebagai novel yang sulit dimengerti. Berkisah tentang cinta Poliphili kepada Polia. Di dalamnya banyak bercerita tentang mimpi2 Poliphili yang berkelana ke berbagai hal. Tapi dari penelitian para sastrawan, buku tersebut sebenarnya telah disandikan sedemikian rupa untuk menutupi suatu pernyataan rahasia yang ingin disampaikan penulisnya. Pada masa buku itu ditulis, yakni pada jaman Renaissance, membuat buku bersandi banyak dilakukan oleh para sastrawan sebagai sebuah tantangan. Tapi sandi yang dibuat Fransesco Colonna sedemikian rumit sehingga sampai lima ratus tahun berikutnya belum ada yang mampu memecahkan maksudnya.
Mengurai Misteri Hypnerotomachia Poliphili
Adalah Tom atau Thomas Corelli Sullivan, seorang mahasiswa di Princeton University, yang hidupnya terjebak dalam lingkaran Hypnerotomachia. Ayahnya telah menghabiskan masa2 produktifnya untuk berkutat meneliti isi buku Hypnerotomachia hingga kecelakaan menjemput ajalnya. Tom semasa remaja sempat ikut dilibatkan oleh ayahnya untuk meneliti hingga pergi melacak jejak ke Roma.
Dan ketika ia masuk di Princeton, ia bertemu dengan Paul Harris sesama mahasiswa yang ternyata juga sedang menyusun thesis tentang Hypnerotomachia. Mengetahui Tom adalah anak salah seorang dari sedikit peneliti buku itu, Paul pun ikut melibatkan Tom dalam penelitiannya. Mereka pun tinggal sekamar di asrama, berempat bersama Gil dan Charles.
Katie, kekasih Tom, sempat merasa terabaikan dengan tenggelamnya Tom dalam mengurai teka teki yang dibuat Francesco Colonna. Katie pun meminta Tom berhenti membantu thesis Paul demi hubungan mereka. Tapi teka-teki Hypnerotomachia sangatlah menggoda.
Di lingkungan Princeton bukan hanya Paul dan Tom yang terpikat Hypnerotomachia. Ada Vincent Taft professor pembimbing Paul, juga Robert Curry mantan rekan penelitian Vincent. Keduanya juga pernah menjadi rekan penelitian ayah Tom. Mereka berdua secara terpisah mendukung penelitian Paul dan berharap banyak setelah penelitian mereka sendiri mandek.
Sandi dari Masa Renaissance
Baru kali ini aku dengar tentang buku kuno berjudul "Hypnerotomachia Poliphili" tersebut. Yah karena aku tidak pernah menggali tentang buku-buku kuno. Jadi aku tidak bisa membayangkan seberapa besarnya kemisteriusan buku tersebut bagi kalangan sastrawan. Novel ini membahas buku tersebut, tapi hanya memberikan gambaran kecil tentang isi buku itu.
Saat Paul dan Tom mencoba mencari petunjuk untuk memecahkan teka teki dari bab pendek di buku tersebut, yang akan menjadi kunci sandi untuk bab panjang setelahnya, aku hanya bisa melongo. Aku tidak tahu apa2 tentang yang mereka bahas. Semua teka-teki berkaitan dengan masa Renaissance yang aku tidak tahu sama sekali. Sebagai pembaca aku sama sekali tidak merasa dilibatkan di dalam pemecahan teka-teki tersebut Tahu-tahu sudah beres dan tinggal dijelaskan saja. Meski begitu, beberapa solusi teka-tekinya cukup menarik.
Aturan Empat atau Rule of Four adalah solusi kunci teka-teki Colonna.
Pada akhir kisah, kita menjadi bertanya-tanya bagaimanakah nasib situs penyembunyian harta karun pengetahuan abad pertengahan yang ternyata menjadi rahasia buku tersebut. Ya, setelah semua sandi terpecahkan menjadi jelaslah mengapa buku itu dibuat sangat rumit penuh dengan sandi-sandi.
Masa-masa renaissance adalah puncak bergairahnya pengetahuan dan bergelimangnya harta benda di eropa. Terutama di Italia, hal ini diikuti pula perilaku moral yang bagi kaum agamawan sudah terlalu menyimpang. Maka oleh beberapa agamawan terkemuka yang menjadi pemimpin di kota itu, dilakukanlah gerakan pemurnian di kota itu. Imbas gerkan ini, banyak barang-barang mewakili peradaban zaman itu (termasuk buku-buku), dibakar dan dimusnahkan.
Bila sang pendeta berperan sebagai martir bagi agamanya, maka Fransesco Colonna yang tenyata seorang bangsawan Romawi berkedudukan di Kota Roma, rela menjadi martir bagi dunia ilmu pengetahuan yang dibelanya. Bersama kelompok rahasianya, mereke menyelundupkan barang seni dan buku-buku berharga kemudian menyiman di suatu tempat aman. Dan hanya lewat buku Hypnerotomachia inilah, tempat tersebut dapat ditemukan oleh beberapa generasi akan datang yang akan terbius oleh buku tersebut. Orang-orang muda penuh ambisi seperti Paul dan kawan-kawan.
Nasib Colonna sendiri dikabarkan tewas mengorbankan nyawanya demi menyelamatkan buku-buku dari lalapan gundukan api besar yang di letakkan di alun-alun kota. Bukti bahwa akal pikiran seringkali bentrok dengan nilai-nilai moral dan tak menemukan solusi damai.
Blogger Comment
Facebook Comment